Ketahui berikut ini beberapa tahapan Gejala lymphogranuloma venereum yang dapat kamu rasakan ketika menderita penyakit tersebut.

Bakteri Chlamydia trachomatis merupakan salah satu penyebab penyakit Limfogranuloma venereum . Bakteri tersebut dapat menembus kulit lalu  mengeluarkan lendir di dalam node limfa, dan menyebabkan penyumbatan di sekitar node. Penyakit ini juga dpat mempengaruhi node limfa, alat kelamin bagian luar, mulut, bahkan rektum atau anus. Penyebab penyakit tersebut juga dapat kita ketahui sepertihalnya terpapar medium bakteri Chlamydia trachomatis dengan atau tanpa aktivitas seksual. Dalam beberapa kasus yang terjadi, beberapa operasi diperlukan untuk melakukan penyedotan terhadap radang node limfa atau memotong abses. Komplikasi ini mungkin muncul sepertihalnya  radang kronis, impotensi, atau gangguan buang air kecil dan besar. Adapun dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat paparan terbaru, pemeriksaan fisik dan tes darah, termasuk tes infeksi menular seksual juga harus dilakukan. Dokter dapat mengambil sampel untuk luka yang terinfeksi bakteri, jika noda Chlamydia atau antibodi yang melawan bakteri dapat muncul, kemungkinan besar memang sedang mengidap penyakit tersebut.[1] Gejala lymphogranuloma venereum (LGV) yang dapat muncul pada seseorang ternyata dibagi menjadi 3 tahap. Tahap 1 terjadi sekitar 3 hari hingga 3 minggu setelah seseorang terkena infeksi Chlamydia trachomatis. Berikut beberapa tahapannya yang dapat kamu ketahui. Tanpan pertama sepertihalnya:

  • Munculnya ulkus dangkal atau papul yang tidak terasa sakit pada organ genital luar.
  • Timbul lesi yang mirip dengan lesi akibat herpes.
  • Timbul pembesaran kelenjar getah bening di daerah lipat paha yang dapat pecah serta membentuk rongga.
  • Munculnya gejala peradangan uretra atau saluran kemih.

LGV tahap 2 dapat terjadi sekitar 10-30 hari setelah terkena bakteri Chlamydia trachomatis, namun beberapa gejala LGV stadium 2 ternyata dapat berkembang selama berbulan-bulan. Gejala LGV yang terjadi pada stadium 2 tersebut, antara lain adalah:

  • Munculnya gejala infeksi sistemik seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas dan nyeri sendi.
  • Munculnya pembesaran kelenjar getah bening yang tidak hanya di lipat paha, namun di daerah panggul dan dalam perut. Pembesaran ini terasa nyeri dan sekelilingnya terlihat kemerahan. Jika LGV terjadi pada daerah mulut akibat seks oral, pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi di leher. Pembesaran kelenjar getah bening dapat pecah membentuk rongga (sinus) atau saluran abnormal (fistula).
  • Kulit menjadi kemerahan.

Gejala Lymphogranuloma venereum dalam tahap 3 diketahui dapat muncul hingga 20 tahun pasca infeksi terjadi. LGV tahap 3 tersebut seringkali terjadi pada wanita akibat tidak teridentifikasinya LGV stadium 1 dan 2. Perlu kita ketahui juga, bahwasanya secara umum, beberapa gejala lymphogranuloma venereum tahap 3 adalah:

  • Munculnya proktokolitis, yaitu infeksi anus, rektum, dan usus besar.
  • Gatal-gatal pada anus.
  • Konstipasi dan berat badan turun.
  • Pembengkakan dan kemerahan di daerah rektum seperti hemoroid akibat penyumbatan pembuluh getah bening.
  • Keluarnya darah dan nanah dari anus.
  • Nyeri daerah anus dan tenesmus, yaitu rasa tidak puas setelah buang air besar dan ingin buang air besar walaupun setelah dilakukan.
  • Dinding anus terasa kasar saat pemeriksaan colok dubur.
  • Dapat terjadi penyempitan pada rektum serta pembengkakan pada genital
  • Pada wanita, LGV stadium 3 dapat ditandai dengan pembesaran, penebalan dan luka yang terjadi pada labia. Kondisi ini disebutSelain itu, LGV stadium 3 pada wanita dapat menyebabkan gejala sistemik sepertihalnya terjadinya demam, nyeri, gatal-gatal bahkan rasa nyeri yang dirasakan ketika buang air kecil.[2]
Sumber: Sehatq.com



[1] Sumber referensi Hellosehat.com

[2] Sumber referensi Alodokter.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*