Kesenian Sumatera Utara

Tarian tradisional di Sumatera Utara, jika ditinjau dari aspek sejarah, ia akan menemukan fondasi suku yang kompleks. Ada tarian berdasarkan Melayu, Batak, dan suku-suku lain di Sumatera Utara. Kemudian, tarian masih ada sampai sekarang dan beberapa sudah mulai meninggalkannya.

Pengaruh budaya asing pada kegembiraan budaya lokal di Sumatera Utara sangat kuat. Capital Square sekarang menjadi kota terbuka untuk semua budaya dan seni. Kami berharap bahwa pemerintah daerah segera mengambil kebijakan untuk mempertahankan keberadaan tarian di Sumatera Utara. Jangan sampai masa depan yang akan datang Uag, generasi muda tidak akrab dengan seni Batak di Sumatera Utara misalnya.

Selain itu, untuk menjaga tarian daerah Sumtera Utara agar tetap eksis, kesadaran masyarakat juga dibutuhkan. Jangan sampai penonton tidak mau peduli dengan kesenian daerah.

Nah, bagi Anda yang ingin tahu tarian tradisional apa yang ada di Sumatera Utara, lihat informasi ini.

Piso Surit tarian tradisional

Piso di Batak Karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang berpikir bahwa Piso Surit adalah nama jenis pisau yang khas untuk masyarakat Karo. Bahkan, Piso Surit berasal dari suara sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini ketika didengar dengan cermat tampaknya memanggil dan tampak sangat sedih.

Piso Surit tarian tradisional

Piso Surit adalah salah satu tarian Karo yang menggambarkan seorang gadis menunggu kekasihnya tiba. Menunggu itu sangat lama, sedih dan digambarkan sebagai Piso Surit. Burung jenis ini disebut karo, “pincala”, dan terdengar keras dan berulang kali dengan suara seperti “piso serit”. Tarian ini menampilkan alat musik tradisional Karu yang dibedakan oleh suaranya.

Tarian Tradisional Guru Guru Aaron (Bright Moon)

Guro-guro Aron adalah lapangan kaum muda di Karo untuk belajar tentang satu sama lain dan sebagai institusi untuk mengajar kaum muda mempelajari kebiasaan. Acara ini sebelumnya dibuat sebagai alat untuk mengembangkan seni tari Caro agar dikenal dan dicintai oleh anak muda dalam perjalanan pelestariannya.

Garo-Garo Tak-tak Tarian tradisional

Tarian ini berasal dari Vakpak, Derry, Provinsi Sumatera Utara. Dairi adalah perwalian yang terletak di bawah utara Sumatera dan berbatasan dengan provinsi Aceh. Tarian ini menggambarkan kehidupan burung, terbang bolak-balik untuk mencari makanan dan bercanda dengan teman-temannya.

Tarian Feteil tradisional

Tarian Vatily adalah tarian tradisional yang berasal dari Pulau Nias. Tarian ini adalah jenis tarian perang dan telah menjadi tradisi khas Nias yang erat kaitannya dengan tradisi batu hombo, yaitu tradisi lompat batu, yang keduanya lahir secara bersamaan. Tarian ini adalah salah satu tarian paling populer di Sumatera Utara, khususnya Nias.

Dalam pertunjukan ini, penari di Sumatera Utara, Gary atau Saif, blues atau tameng juga akan hadir dan mereka akan menunjukkan atau melempar sebagai barang milik ketika menari. Perisai yang digunakan biasanya terbuat dari kayu dalam bentuk daun pisang di sebelah kiri. Sementara pedang atau tombak akan dipegang di tangan kanan. Kedua senjata ini juga menjadi senjata utama yang digunakan para kesatria Ksatria saat bertarung.

  1. Tandoc tarian tradisional

Tandoc dance adalah tarian dari Sumatera Utara yang terkait erat dengan budaya masyarakat Patak. Tarian ini bercerita tentang kegiatan panen padi menggunakan ibu tandoc lakukan di ladang.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh perempuan yang mengenakan pakaian batak tradisional dengan dominasi hitam dan merah. Sedangkan properti yang digunakan adalah tandok, ulos, dan sarung yang biasanya dilakukan oleh empat penari, tetapi juga bisa dilakukan oleh lebih dari empat orang asalkan jumlahnya sama.

Sementara itu, musik yang digunakan adalah Gondang, sebuah band dengan level yang berbeda. Jika format musik Jawa kuno dan usang dihasilkan dari keandalan pemain Salendro, Gondang mengandalkan pemain Sarune dan Taganing.

Info lebih lanjut:
https://mardinata.com/

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*