5 Metode Budidaya Ciplukan yang Bagus dan benar agar kencang menjadikan

Ciplukan adalah nama sejenis buah kecil yang mempunyai karakteristik buah yang terbalut di kelopak bunga yang membesar. Orang Inggris menyebut buah yang kaya khasiat ini dengan Morel berry, Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Keceplokan, Angket, Kepok-Kepokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa), Yor-yoran (Madura) dan lapinonat(menyeramkan).
Diperkirakan bahwa Ciplukan berasal dari benua Amerika, melainkan sekarang telah menyebar hampir di segala dunia, terpenting di negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Di beberapa tempat di Indonesia, Ciplukan tumbuh subur dan tumbuh liar di tempat sekitar sawah, kebun, tepi jalan, hutan dan beberapa malah tumbuh di sekitar pekarangan rumah.
Metode Budidaya Ciplukan
Syarat Tumbuh
Tanaman Ciplukan amat sesuai jika ditanam di tanah yang subur dan gembur, tak tergenang air dan mempunyai pH mendekati netral.
Tanaman Ciplukan bisa bertahan hidup di tanah yang tipis, agak padat dan kurang terawat dengan tanaman liar lainnya.
Situasi tanah lapisan atas mempunyai dampak besar pada kesuburan tanaman Ciplukan. Ciplukan bisa dibudidayakan di dataran sampai ketinggian kaprah-kaprah. 1.500 m di atas permukaan laut.
Persiapan Bibit
penyiapan bibit
Bibit ciplukan bisa didapatkan dari buah yang telah berumur lebih dari 2,5 bulan.
Buah yang telah matang dan tua, dikala ditekan dengan jari, mengeluarkan daging dan biji yang lembut.
Biji ini diterapkan sebagai bibit yang siap disemai.
Penyiapan Media Semai
Tanah yang diperlukan untuk pengerjaan penyemaian wajib mempunyai struktur lunak dan kandungan gizi yang cukup selama pengerjaan penyemaian.
Penyemaian Bibit
Pemeliharaan bibit ciplukan di dalam bak relatif lebih gampang daripada penyimpanan bibit di bedengan. Distribusi seketika bibit di bedengan wajib ditutup dengan plastik untuk mencegah penguapan air dari media bibit, untuk menghindari panas atau hujan, dan untuk mencegah hama dan penyakit. Bibit berumur 1 sampai 1,5 bulan bisa ditanam di tanah.
Persiapan Lahan Tanam Ciplukan
Untuk sistem bertani, Anda wajib terpenting dulu menyiapkan lahan penanaman. Ini penting karena kondisi penanaman yang baik dan tepat membuat tanaman ciplukan tumbuh subur. Lahan tanam yang baik wajib memenuhi kriteria berikut:
Paparan sinar sang surya seketika selama minimal 8 jam tiap hari
Mengandung gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Memiliki kadar air yang cukup (dekat sumber air)
PH (keasaman) tanah berada di kisaran 5,5 – 6,8
Seketika setelah mengolah lahan tanam yang sesuai lakukan mengolah tanah tanam. Beberapa langkah diperlukan untuk mengolah tanah untuk penanaman. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengolah tanah tanam yang baik.
Penggemburan tanah
Tanah yang gembur akan mengoptimalkan perakaran tanaman Ciplukan sehingga mereka bisa meresap gizi dengan baik di tanah. Penggemburan bisa dijalankan dengan pacul atau traktor bajak. Setelah tanah gembur lalu dibuat bedengan.
Pembuatan Bedengan
Tujuan dari bedengan adalah untuk mempermudah pengerjaan pengairan, penyiangan dan panen. Caranya adalah dengan mengumpulkan tanah untuk menyusun trek demi trek dengan selanya untuk pengairan. Tinggi bedengan sekitar 10-20 cm, sehingga tanah tak kencang kering.
Pemberian Pupuk Dasar
Setelah bedengan terbentuk, pupuk dasar bisa diberi dalam wujud pupuk sangkar atau pupuk organik lainnya. Tanah digali untuk menyusun garis panjang di tengah bedengan, dan pupuknya disebarkan secara merata. Kemudian pupuk ditutup dengan tanah lagi. Sementara itu, banyak pupuk organik telah dijual dalam wujud butiran yang mempermudah aplikasi.
Tutupi Bedengan dengan Mulsa Plastik
Setelah pemupukan, bedengan ditutup dengan plastik mulsa untuk mencegah pertumbuhan gulma atau tanaman liar yang mengganggu lainnya. Opsi lain adalah menggunakan jerami atau rumput kering untuk menutupi bedengan.
Penyiraman untuk penguraian Pupuk
Setelah dilapisi dengan plastik mulsa, bedengan kemudian dialiri via jeda bedengan menggunakan pompa air. Pastikan airnya cukup untuk membasahi segala bedengan sehingga pupuk di dalamnya kencang terurai. Hindari menanam bibit secara seketika dikala pupuk masih baru karena temperatur tanah pupuk amat tinggi dan benar-benar bisa membunuh akar tanaman. kemudian tinggalkan bedengan selama 2 minggu.
Penanaman bibit Ciplukan
Setelah bibit yang disemai dalampolybag telah menempuh ketinggian 10-15 cm, bibit ciplukan bisa dipindahkan ke bedengan.
Supaya tanaman tak mati dalam fase ini, beberapa hal wajib dijalankan dengan benar:
Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak antara 40-50 cm. Usahakan agar kedalaman lubang mencukupi dengan ukuran kantong plastik.
Lakukan penyiraman terpenting dulu pada bedengan agar lahan tanaman basah. Jangan lupa untuk menyiram bibit dalam polybag sebelum meletakkannya pada bedengan.
tanamlah pada petang hari untuk mencegah layu jika ditanam pada petang hari.
Lakukan penanaman langkah demi langkah agar tanaman Ciplukan bisa tumbuh bersama secara merata.
Selama lima hari pertama, bibit wajib ditanam kembali dikala ada tanaman yang mati.
Merawat Tanaman Ciplukan
Perawatan tanaman dijalankan untuk menjaga kondisi tanaman sehat dan subur sampai panen dan setelah panen. Perawatan tanaman Ciplukan melibatkan berbagai langkah, termasuk penyediaan pupuk tambahan, Penyiraman dan penanganan gulma. Ini juga adalah langkah penting dalam menanam Ciplukan.
Pemupukan
Dasar penyebaran pupuk buatan pada tanaman Ciplukan adalah:
Seluruh dosis pupuk fosfor dan kalium didistribusikan ke lubang per tanaman sedalam bibit ditanam.
Pupuk tambahan I dalam wujud pupuk nitrogen, yang diberi 14 hari setelah tanam. Pupuk didistribusikan dalam alur di sekitar tanaman pada jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
Pupuk tambahan II dalam wujud pupuk nitrogen diberi 35 hari setelah tanam. Pupuk didistribusikan dalam alur di sekitar tanaman pada jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
Apabila budidaya Ciplukan dijalankan dengan aman, pemupukan nitrogen bisa ditingkatkan dan pemupukan fosfat dan kalium berkurang.
Penerapan pupuk pada tanaman Ciplukan ditanami dengan sistem tanaman tangkap disesuaikan dengan dosis pupuk yang diterapkan untuk tanaman utama.
Pemanenan
Buah ciplukan bisa dipanen tiap 2-3 minggu dengan masa tenggang. Apabila panen berhasil dan bermutu baik, panen menjadikan buah yang tetap dan matang total. 1 pohon Ciplukan bisa mengumpulkan 300 buah.
Demikianlah pembahasan perihal budidaya ciplukan semoga bisa berkhasiat untuk anda. elfadz.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*